Beranda»Berita Umum»Sudah 26 kasus pemerkosaan terjadi di Aceh sepanjang 2013

Sudah 26 kasus pemerkosaan terjadi di Aceh sepanjang 2013

BISNIS ACEH
Rabu, 17 April 2013 23:16 WIB

IlustrasiFOTO : IstimewaIlustrasi

BANDA ACEH - Maraknya kasus pemerkosaan yang terjadi di Aceh akhir-akhir ini, dinilai akibat masih dangkalnya pemahaman masyarakat terhadap ilmu agama dan pengaruh situs pornografi yang kian merambah semua lapisan.

"Munculnya kasus-kasus ini faktor utama kurangnya pendidikan agama secara baik dan pengaruh situs-situs porno yang sudah merembah ditengah masyarakat, mulai dari orang dewasa sampai pada anak-anak sekolah," kata Ketua Forum Alumni Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ibnu Sadan, disela diskusi soal pemberitaan pemerkosaan akhir-akhir ini di Banda Aceh, Rabu (17/4/2013).

Pihaknya mencatat sedikitnya sudah 26 kasus pemerkosaan terjadi di provinsi yang sedang menjalankan syariat Islam itu sepanjang 2013, baik dilakukan oleh kerabat terdekat, kenalan melalui jaringan sosial maupun nomor salah sambung.

Kasus teranyar menimpa seorang bocah berusia sembilan tahun di Aceh Besar, yang diperkosa oleh seorang kakek berinisial An (60) yang berprofesi sebagai guru bantu yang juga tetangga korban.

Korban pelecehan seksual harus menanggung malu, putus sekolah, bahkan sampai terjadi pembunuhan terhadap korban untuk menghilangkan jejak, seperti yang menimpa Diana (6) bocah asal Peulanggahan, Banda Aceh pada akhir Maret 2013. Korban dibunuh pamannya sendiri usai diperkosa.

"Namun, seakan pemerintah diam dengan kejadian di depan mata, padahal itu bisa di cegah sedini mungkin misalnya pemerintah melalui Dinas Syariat Islam harus melakukan kerja keras dengan instansi-instansi untuk menutup situs-situs yang dapat merusakkan moralitas masyarakat," ujar Ibnu, yang juga Kepala Kanwil Depertemen Agama Aceh.

Menurutnya, akibat pengaruh situs porno yang sudah merajalela ditengah masyarakat, banyak kehormatan para wanita runtuh.

"Tatanan akidah dan moral hancur akibat pengaruh media elektronik khususnya film-film asusila yang bertebaran di internet dan konsumsi film-film dewasa melalui jaringan Facebook, Twitter dan ponsel pintar BlackBerry serta alat komunikasi lainnya," katanya.

Kurangnya pengawasan keluarga terhadap anak-anak dalam memanfaatkan teknologi dinilai juga memicu terjadi pelecehan seksual dimana-mana.

Dinas Syariat Islam Aceh dinilai memprioritaskan dulu pembinaan akidah umat, disamping program-program lainnya. Pemprov Aceh dinilai juga perlu mengesahkan Qanun Jinayah untuk menguatkan hukum pelaksanaan syariat Islam.

 

Sumber : Okezone



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Berita Umum

Close