Beranda»Berita Umum»Jubir MA: Idealnya hakim peminta duit ke Ayin tak jadi Waka Pengadilan Tinggi Aceh

Jubir MA: Idealnya hakim peminta duit ke Ayin tak jadi Waka Pengadilan Tinggi Aceh

BISNIS ACEH
Kamis, 06 Desember 2012 14:31 WIB

Gedung MAFOTO : ISTIMEWAGedung MA

JAKARTA - Mantan Ketua Pengadilan Jakarta Barat (PN Jakbar), Chaidir kini menjadi Wakil Ketua (Waka) Pengadilan Tinggi Banda Aceh. Padahal Chaidir dicopot dari jabatannya kala itu karena meminta duit ke Artalyta Suryani alias Ayin lewat telepon.

Menanggapi hal ini, juru bicara (jubir) Mahkamah Agung (MA), Djoko Sarwoko menilai idealnya memang seorang hakim yang sudah pernah menjalani sanksi pelanggaran berat tidak bisa mendapatkan promosi jabatan.

"Idealnya memang yang pernah kena sanksi seperti itu tidak dapat naik pangkat atau jabatan," kata Djoko saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (6/12/2012).

Menurutnya, hakim Chaidir sudah menjalani sanksi yang dijatuhkan. Selain itu di dalam undang-undang tidak ada aturan yang mengatur tentang hal tersebut. Dengan kata lain, bisa saja hakim yang dulunya punya catatan hitam bisa mendapatkan promosi jabatan, mengingat perilaku seseorang bisa berubah.

"UU memang tidak mengatur hal itu," ujar Djoko.

Dalam catatan detikcom, MA mencopot Chaidir karena terbukti melanggar etika perilaku hakim dengan menghubungi Ayin lewat telepon pada 1 Maret 2008. Kala itu, Chaidir mengatakan ia akan bermain golf dengan dua hakim agung. Chaidir pun meminta sejumlah uang kepada Ayin.

Chaidir telah terbukti melanggar etika perilaku hakim dan dijatuhi hukuman disiplin berat berupa pembebasan atau pencopotan dari jabatannya sebagai Ketua PN Jakbar. Chaidir telah melanggar pasal 3 ayat 1 huruf a PP No 30/1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri jo pasal 5 ayat 18 Keputusan Ketua MA No 215/KMA/SK/XII/2007 tentang petunjuk pelaksaan perilaku hakim.

 

Sumber : Detik



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close