Beranda»Berita Utama»Imigrasi benarkan pencekalan mantan Petinggi GAM di Malaysia

Imigrasi benarkan pencekalan mantan Petinggi GAM di Malaysia

H SAKY ~ BISNIS ACEH
Senin, 25 Februari 2013 14:48 WIB

Mantan Wapres Jusuf Kalla berdialog dengan mantan Menteri Pertahanan GAM Zakaria Saman (tengah) bersama Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf (Kiri) ketika menghadiri peringatan 5 Tahun Perundingan Damai Gerakan Aceh Merdeka-RI (MoU Helsinki) di JakartaFOTO : tribunnews.comMantan Wapres Jusuf Kalla berdialog dengan mantan Menteri Pertahanan GAM Zakaria Saman (tengah) bersama Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf (Kiri) ketika menghadiri peringatan 5 Tahun Perundingan Damai Gerakan Aceh Merdeka-RI (MoU Helsinki) di Jakarta

BANDA ACEH - Isu pencekalan dan pendeportasian Mantan Menteri Pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Zakaria Saman dibenarkan sumber Bisnis Aceh di imigrasi di Banda Aceh.

Sumber Bisnis Aceh di Imigrasi Banda Aceh yang tidak bersedia disebutkan namanya menuturkan bahwa dirinya mendapatkan informasi mengenai pendeportasian Zakaria Saman melalui koleganya di Jakarta.

"Iya berita tentang pendeportasian itu benar adanya," kata sumber tersebut.

Ia menjelaskan, berdasarkan aturan keimigrasian secara internasional, jika seseorang dicekal oleh negara tertentu, dan status cekal tersebut belum dicabut, maka begitu orang yang namanya terdata sebagai daftar cekal, maka tidak diperbolehkan masuk kenegara bersangkutan. "Biasanya begitu muncul data di komputer masuk daftar cekal, langsung dideportase," ujarnya.

Saat ditanyakan apa alasan pendeportasian Zakarian Saman, sumber tersebut tidak bersedia memberikan keterangan dan alasan. "Wah kalau hal itu saya tidak faham, karena itu menyangkut aturan negara orang lain, yang saya ketahui benar bahwa Zakarian Saman dicekal dan dideportasi ke Jakarta," tukasnya.

Sebagaimana diberitakan Harian Serambi Indonesia hari ini, diketahui mantan menteri pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Zakaria Saman, diisukan di-blacklist lalu dideportasi oleh Imigrasi Malaysia ke Jakarta, Rabu, 20 Februari lalu. Pencekalan dan pendeportasian itu kabarnya karena Zakaria pernah menyelundupkan senjata api dari Thailand Selatan ke Aceh via Malaysia. Tapi kepada Serambi, Zakaria menegaskan bahwa ia tidak dideportasi.

“Itu sama sekali tidak benar. Isu tersebut segaja diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang hendak memperkeruh suasana saja. Apalagi menyangkut dengan sosok saya selaku petinggi di kalangan GAM,” ujar Zakaria Saman melalui telepon selulernya kepada Serambi, Minggu (24/2).

Sejak Rabu hingga Sabtu lalu memang sempat mencuat isu bahwa Zakaria Saman yang datang bersama istrinya, Cut Azalia Rahmi, ke Malaysia, naik pesawat AK 1306 ETA pada tanggal 20 Februari 2013 pukul 14.10 waktu setempat, dicekal di LCTT Sepang, Malaysia.

Lalu pada pukul 22.55 pada hari yang sama, Zakaria Saman bersama istrinya dideportasi Imigrasi Malaysia ke Jakarta naik pesawat QZ 8197 ETD.

Berkembang isu bahwa Zakari Saman dicekal, terkait dengan sepak terjangnya pada masa lalu. Oleh Pemerintah Malaysia, Zakaria diidentifikasi pernah menyelundupkan senjata api dari Thailand Selatan ke Aceh via Malaysia pada saat Aceh masih bergolak menuntut merdeka dari NKRI.

Selain itu, Zakaria dinilai petugas Imigrasi Malaysia bersikap arogan dan tidak koopertaif. Ia, misalnya, dikabarkan tidak mau menjawab setiap pertanyaan petugas imigrasi dan mengaku punya paspor Swedia, namun tak bisa menunjukkan paspor dimaksud.

Terhadap penggalan isu tersebut, kepada Serambi Zakaria Saman menyatakan klarifikasi. Kalaulah dirinya dikatakan termasuk dalam daftar hitam sebagai penyelundup senjata ke Aceh dari Thailand Selatan via Malaysia, menurutnya, itu merupakan hal yang sudah berlalu. “Itu dulu. Sekarang, seiring dengan perdamaian Aceh yang telah diretas, maka tidaklah mungkin kita lakukan perbuatan itu lagi karena untuk saat ini kami berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan membangun Aceh secara bermartabat,” ujar pria kelahiran  Aceh, 1 Januari 1946 ini.

Atas isu yang tidak mengenakkan tersebut, kata Zakaria, ia nyatakan akan usut siapa oknum yang telah menggelindingkan isu bahwa dia dideportasi itu. Apalagi, menurutnya, dalam pemberitaan televisi terdapat beberapa kejanggalan, terutama jumlah anak Zakaria yang disebutkan tiga orang. Padahal hingga kini, ia belum punya anak.

Atas tersebarnya isu miring tersebut, mantan panglima komando operasi (Pangkoop) GAM ini menyatakan telah menyampaikan secara lisan kepada mantan wakil presiden RI, Jusuf Kalla dan menyurati Kedutaan Besar Republik Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur untuk meluruskan persoalan itu.

“Karena hal ini menyangkut marwah kedaulatan negara, maka perlu diusut dalang di balik penyebaran isu tak sedap itu,” tukasnya.  Kepada Serambi ia pertegas bahwa saat ini posisinya masih berada di gampong halamannya, Keumala, Pidie. “Saya masih dalam perjalanan dari Gampong Blang Dhot, Tangse, Pidie, menuju rumah di Keumala setelah dua hari berada di gampong,” kata pemilik paspor nomor T-349249 ini.

Sejumlah TV, termasuk TV One, sempat menyiarkan kasus pendeportasian Zakaria Saman dari Malaysia, begitu ia mendarat bersama sang istri di Jakarta. Namun, kepada Serambi berkali-kali ia tegaskan bahwa ia tidak dideportasi. Zakaria Saman malah menyatakan bahwa isu itu sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang hendak memperkeruh suasana saja.



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close